MENGANTI, GRESIK – Tradisi sakral tahunan Kirab Budaya dan Rokat Desa kembali digelar warga Dusun Sidolemo, Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada hari Minggu, 11 Oktober 2026.
Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB sampai selesai ini berlangsung meriah dan penuh khidmat. Sejak pukul 07.30 WIB, raungan sound horeg yang sengaja dibunyikan panitia sebagai penanda hajatan, membuat warga bergerak cepat menuju lokasi keberangkatan.
Lapangan terdekat yang menjadi titik kumpul utama pun dalam sekejap dipadati ratusan warga dari berbagai RT. Ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda karang taruna, hingga anak-anak tumpah ruah dengan antusias mengikuti prosesi adat tahunan tersebut.
Kirab Rokat Desa ini merupakan wujud nyata pelestarian kearifan lokal dan ungkapan rasa syukur warga Dusun Sidolemo atas nikmat keselamatan, kesehatan, serta hasil bumi yang melimpah selama setahun terakhir.
Dihadiri Sesepuh dan Linmas
Prosesi pemberangkatan kirab dihadiri langsung oleh para sesepuh Dusun Sidolemo, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Dusun, serta perangkat Desa Sidojangkung. Untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama kirab berlangsung, anggota Linmas diterjunkan untuk melakukan pengawalan di sepanjang rute.
Salah seorang sesepuh Dusun Sidolemo dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga tradisi leluhur.
Ini bukan hanya sekedar karnaval atau hura-hura. Rokat desa adalah doa kita bersama. Sedekah bumi agar tanah yang kita pijak ini tetap barokah, warga dijauhkan dari musibah dan pagebluk. Jangan sampai tradisi ini hilang,” tuturnya sebelum melepas peserta dengan bacaan Basmalah.
Ketua Panitia Rokat Desa Dusun Sidolemo menambahkan, animo warga tahun ini meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya.
“Begitu sound horeg kita bunyikan, warga langsung paham dan bergegas ke lapangan. Kita pusatkan kumpul di lapangan agar tidak mengganggu jalan raya sebelum pemberangkatan. Alhamdulillah semua tertib,” jelasnya kepada busernasional.my.id di lokasi.
Arak Gunungan dan Tumpeng Keliling Dusun
Tepat pukul 09.00 WIB, kirab diberangkatkan. Barisan terdepan diisi oleh pembawa tumpeng raksasa dan gunungan hasil bumi yang berisi padi, jagung, buah-buahan dan sayur mayur sebagai simbol kemakmuran desa.
Di belakangnya, menyusul barisan karnaval budaya dengan pakaian adat, barisan ibu-ibu PKK, hingga iringan sound horeg yang menghentak dan menjadi magnet bagi kaum muda.
Rute kirab mengambil start dari lapangan dusun, mengelilingi seluruh penjuru Dusun Sidolemo dengan jarak tempuh kurang lebih 2 kilometer dan kembali finish di lapangan yang sama.
Di sepanjang jalan yang dilalui, warga yang tidak ikut kirab tampak antusias keluar rumah, menyaksikan dan ngalap berkah dari gunungan yang diarak.
Hingga siang hari, kegiatan masih berlangsung aman, tertib dan kondusif berkat pengawalan Linmas dan kesadaran warga untuk menjaga ketertiban.
Acara akan ditutup dengan doa bersama, kenduri dan makan tumpeng bersama di lapangan sebagai puncak acara Rokat Desa Dusun Sidolemo Tahun 2026.
[ Tim Redaksi – busernasional.my.id ]
Laporan dari Dusun Sidolemo, Desa Sidojangkung, Menganti – Gresik







