NGAWI,MEDIA BUSERNASIONAL – Rencana liburan menyenangkan berubah menjadi duka mendalam. Bus pariwisata Chandra Jaya bernomor polisi S 7573 UA yang membawa rombongan karyawan pabrik sepatu asal Mojokerto mengalami kecelakaan maut dengan sebuah truk Fuso bernopol B 9192 WT di ruas Jalan Tol Ngawi-Solo Km 551+200 B, wilayah Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).
Tragedi berdarah yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut menelan korban jiwa. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 19 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Benturan Keras Saat Penumpang Terlelap
Bus pariwisata yang dikemudikan oleh Eko Wahyudi (45), warga Gresik, tersebut sejatinya sedang mengangkut puluhan pekerja dari Mojokerto menuju kawasan wisata Yogyakarta. Namun, baru menempuh setengah perjalanan, nasib naas menghampiri armada bus tersebut.
Salah seorang penumpang selamat, Ifta, menceritakan detik-detik mencekam saat insiden terjadi. Ia mengaku tidak tahu pasti kronologi tabrakan karena dalam keadaan tertidur lelap akibat perjalanan yang dimulai sejak pagi-pagi blind (sebelum pukul 03.00 WIB).
“Rombongan tujuan ke Yogyakarta. Saya masih tidur, tahu-tahu sudah kecelakaan soalnya berangkat sebelum jam tiga pagi. Tiba-tiba tubuh saya terpelanting,” ungkap Ifta saat memberikan keterangan kepada media dengan kondisi panik.
Akibat benturan keras tersebut, Ifta menderita luka robek di bagian kepala serta luka lecet di area tangan dan kaki.
Kepolisian Lakukan Pendataan Korban dan Olah TKP
Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Ngawi, AKP Mochamad Imam Reza, membenarkan terjadinya peristiwa kecelakaan lalu lintas menonjol di jalur tol strategis tersebut.
AKP Imam menjelaskan bahwa dari tiga korban jiwa, satu orang menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian (TKP), sedangkan dua korban lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto, Ngawi.
“Betul, untuk korban satu meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua lainnya meninggal saat penanganan medis di RSUD dr. Soeroto Ngawi. Total korban luka-luka mencapai 19 orang,” tegas AKP Mochamad Imam Reza, Minggu (18/10/2026).
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satlantas Polres Ngawi masih terus menyisir dan melakukan pendataan lengkap terhadap seluruh korban luka maupun meninggal dunia yang dirawat di RSUD dr. Soeroto Ngawi. Petugas juga tengah mengumpulkan bukti-bukti di TKP serta meminta keterangan saksi untuk mengusut tuntas penyebab pasti dari tabrakan maut antara bus Chandra Jaya dan truk Fuso tersebut.
(Tim Buser Nasional / Red)
Sumber : gs







