SAMPANG IN DUKACITA! Perempuan Muda Korban Dugaan Pelecehan Ditemukan Tewas Tergeletak di Tepi Pantai Camplong

 

SAMPANG, BUSERNASIONAL.COM — Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Pesisir Barat, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Hoirunni, seorang perempuan muda berusia 20 tahun, ditemukan meninggal dunia tergeletak di tepi pantai setempat pada Rabu (14/10/2026) sore.

Peristiwa tragis ini memicu perhatian publik setelah pihak keluarga membeberkan fakta memilukan. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui mengalami trauma berat pascamenjadi korban dugaan pelecehan seksual.

Alami Trauma Berat hingga Sering Mengurung Diri

Salah seorang anggota keluarga korban mengungkapkan bahwa kondisi psikologis almarhumah berubah drastis sejak insiden dugaan pelecehan seksual terjadi dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Hoirunni disebut kerap menarik diri dari lingkungan sosial.

“Sejak kejadian dan pelaporan kepada kepolisian, almarhumah sering mengunci diri di kamar, bahkan sesekali ditemukan bicara sendiri. Dari tes psikiater memang dijelaskan almarhumah mengalami trauma,” ungkap salah seorang anggota keluarga korban kepada wartawan.

Selain membeberkan kondisi psikologis korban, pihak keluarga juga menjelaskan bahwa Hoirunni memiliki riwayat penyakit epilepsi yang sudah lama diidapnya.

BERITA TERKAIT  Kritik FWK: Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa jadi Anak Tiri,Masyarakat Mulai Frustasi

Kronologi Penemuan Jasad di Tepi Pantai

Berdasarkan keterangan resmi dari Polsek Camplong, peristiwa kelam tersebut bermula sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan kepada orang tuanya untuk mencari kerang di tepi pantai.

Sekitar pukul 16.00 WIB, seorang nelayan setempat yang hendak melaut kaget saat melihat tubuh korban tergeletak dalam posisi telungkup di bibir pantai.

Saksi spontan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang berdatangan segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Camplong untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun sayang, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dugaan Awal Kepolisian

Pihak kepolisian menduga korban mengalami kekambuhan penyakit epilepsi saat beraktivitas mencari kerang, yang menyebabkan korban terjatuh ke air di pinggir pantai hingga tak sadarkan diri.

BERITA TERKAIT  Kritik FWK: Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa jadi Anak Tiri,Masyarakat Mulai Frustasi

Dugaan awal ini didasarkan pada keterangan keluarga mengenai riwayat penyakit epilepsi yang telah lama dialami oleh almarhumah. Kendati demikian, peristiwa ini tetap menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta menyita perhatian masyarakat luas terkait penanganan kasus hukum yang tengah dialami almarhumah sebelum wafat.

Sumber : KKB

Writer: RedaksiEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *